Siapakah Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani ??

6 06 2009

imagesNama Beliau :
Nama lbeliau adalah Ja’far bin Tsa’lab bin Ja’far bin Ali bin Muthahhar bin Naufal Al Adfawi. Seoarang ‘ulama bermadzhab Syafi’I yang tinggal di Baghdad.

Kelahiran dan wafatnya beliau :
Dilahirkan pada pertengahan bulan Sya’ban tahun 685 H. Wafat tahun 748 H di Kairo. Biografi beliau dimuat oleh Al Hafidz di dalam kitab Ad Durarul Kaminah, biografi nomor 1452.
Imam Ibnu Rajab menyatakan bahwa Syeikh Abdul Qadir Al Jailani lahir pada tahun 490/471 H di kota Jailan atau disebut juga dengan Kailan. Sehingga diakhir nama beliau ditambahkan kata Al Jailani atau Al Kailani atau juga Al Jiliy. (Biaografi beliau dimuat dalam Kitab Adz Dzail ‘Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab Al Hambali. Buku ini belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia).
Beliau wafat pada hari Sabtu malam, setelah maghrib, pada tanggal 9 Rabi’ul Akhir tahun 561 H di daerah Babul Azaj.

Baca entri selengkapnya »





Secuplik Wasiat Syaikh Abdul Qadir Jailani

5 06 2009

Ikutilah Sunnah rasul dengan penuh keimanan, jangan mengerjakan bid’ah, patuhlah selalu kepada Allah swt dan Rasulnya, janganlah melanggar. Junjung tinggi tauhid, jangan menyekutukan Allah swt, selalu sucikan Allah swt, dan jangan berburuk sangka kepadanya. Pertahankanlah kebenarannya, jangan ragu sedikitpun. Bersabarlah selalu, jangan menunjukkan ketidak sabaran. Beristiqomahlah dengan berharap kepadanya; bekerja samalah dalam ketaatan, jangan berpecah belah. Saling mencintailah, dan jangan saling mendendam.

Baca entri selengkapnya »





Tarekat Syadziliyah

4 06 2009

Secara pribadi Abul Hasan asy-Syadzili tidak meninggalkan karya tasawuf, begitu juga muridnya, Abul Abbas al-Mursi, kecuali hanya sebagai ajaran lisan tasawuf, Doa, dan hizib. Ibn Atha’illah as- Sukandari adalah orang yang prtama menghimpun ajaran-ajaran, pesan-pesan, doa dan biografi keduanya, sehingga kasanah tareqat Syadziliyah tetap terpelihara. Ibn Atha’illah juga orang yang pertama kali menyusun karya paripurna tentang aturan-aturan tareqat tersebut, pokok-pokoknya, prinsip-prinsipnya, bagi angkatan-angkatan setelahnya. Melalui sirkulasi karya-karya Ibn Atha’illah, tareqat Syadziliyah mulai tersebar sampai ke Maghrib, sebuah negara yang pernah menolak sang guru. Tetapi ia tetap merupakan tradisi individualistik, hampir-hampir mati, meskipun tema ini tidak dipakai, yang menitik beratkan pengembangan sisi dalam.

Baca entri selengkapnya »





Empat Tipe Manusia Dalam Pandangan Sufi

30 05 2009

kashmir

Manusia dibagi menjadi empat kategori, demikian pandangan Syaikh Abdul Qadir Jailani. Kategori pertama adalah orang-orang yang tidak punya hati dan lidah. Mereka mayoritas masyarakat yang tidak peduli dengan kebenaran dan keutamaan, hanya tunduk pada indara fisik. Kategori kedua adalah mereka yang punya lidah tapi tidak punya hati. Kelompok ini adalah orang yang terpelajar dan memiliki retorika yang bagus, yang selalu menganjurkan umat untuk selalu berbuat baik dan benar. Namun, mereka sendiri berbuat tidak sesuai dengan perkataan, bahkan kebalikannya. Inilah orang yang pembicaraannya sangat menarik, tetapi hatinya jelek. Kategori ketiga adalah mereka yang punya hati tetapi tidak punya lidah. Mereka inilah mukmin sejati, yang selalu sadar akan kekurangan dan kelemahan, sehingga berusha terus mensucikan diri dari hal-hal yang kotor. Bagi mereka diam lebih baik dibandingkan bebicara, tetapi membingungkan umat. Kategori keempat adalah mereka yang memiliki hati dn juga lidah. Mereka adalah orang yang mendapatkan pengetahuan yang sejati, dolengkapi dengan bimbingan dari Allah SWT. kemudian menjadi penyambung kanabian. Mereka adalah kelompok yang tertinggi setelah kelompok para nabi.

Baca entri selengkapnya »





Syehk Abdul Qodir Jaelani

26 05 2009

Sering kita mendengar tentang nama seorang sufi besar dan ulama besar bernama Syekh Abdul Qodir Jaelani, atau ada yang menyebut Jiilani. Siapakah sebenarnya beliau? Apa yang menjadi pandangan beliau yang jelas tentu tetap berpegang pada junjungan kita Nabi Besar Sayyidina Muhammad SAW…berikut informasi dikumpulkan dari berbagai macam sumber…

Baca entri selengkapnya »





Syehk Abu Al Hasan Asy Syadzili

26 05 2009

Nama lengkap adalah as-Syadzili Ali bin Abdillah bin Abdul-Jabbar, yang kalau diteruskan nasabnya akan sampai pada Hasan bin Ali bin Abi Thalib dan putranya Fatimah al-Zahra’, putri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Syekh Abu al-Hasan dilahirkan di negara Maroko tahun 593 H di desa yang bernama Ghimaroh di dekat kota Sabtah (dekat kota Thonjah sekarang).

Baca entri selengkapnya »





Perjalanan Sufi Syehk Abdul Hasan Asy Syadzili r.a.

26 05 2009

Suatu ketika saat berkelana beliau berkata dalam hati, “Ya Allah, kapankah aku bisa menjadi hamba-Mu yang bersyukur?” Kemudian terdengarlah suara, “Kalau kamu sudah mengerti dan merasa bahwa yang diberi nikmat hanya kamu saja” Beliau berkata lagi, “Bagaimana saya bisa begitu, padahal Engkau sudah memberi nikmat kepada para Nabi, Ulama dan Raja?” Kemudian terdengar suara lagi, “Jika tidak ada Nabi, kamu tidak akan mendapat petunjuk, jika tidak ada Ulama kamu tidak akan bisa ikut bagaimana caranya beribadah, jika tidak ada Raja kamu tidak akan merasa aman. Itu semua adalah nikmat dari-Ku yang kuberikan hanya untukmu”.

Baca entri selengkapnya »





Check out majelisrasulullah.org – Home

21 05 2009

I want you to take a look at: majelisrasulullah.org – Home 





KOTAK HITAM

7 04 2009

Ada 3 perempuan pergi keluar negri naik pesawat terbang, ketiga wanita tersebut mengenakan pakain yang berbeda-beda…. sesampainya di pintu pesawat ketiga wanita itu ditanya oleh seorang pramugari….

Baca entri selengkapnya »





Indonesia (Harus) Militan

5 04 2009

Seorang millitan paling tidak mempunyai tiga ciri. Pertama, seorang aktivis, melihat problem dan tampil untuk menyelesaikannya. Kedua, tak pernah berhenti berjuang dan paham bahwa kemenangan adalah hasil perjuangan yang panjang. Ketiga, memiliki kepemimpinan yang kuat dan visioner. Siapa yang meragukan militansi Bung Karno, Bung Hatta dan Jenderal Sudirman? Militansi seperti inilah yang menggetarkan para penjajah.

Baca entri selengkapnya »