DOSEN TERBANG

22 02 2009

Diujung siang, nampak dua orang bijak tengah berbincang bincang sambil memperhatikan seekor burung yang patah sebelah sayapnya, dari mulut burung lemah itu — mungkin kalau kita mengerti artinya — keluar jeritan menyayat hati karena sejak tadi pagi belum ia temukan sedikitpun makanan untuk hari ini, apalah daya yang ia miliki kerena ia tak bisa terbang tinggi. Tiba-tiba tampak dari kejauhan seekor burung terbang tinggi menembus angkasa yang putih dan serta merta menukik menghampiri burung yang sayapnya patah tadi, dengan penuh rasa solidaritas ia hantarkan seekor cacing untuk makanan hari ini. Melihat kejadian itu Orang bijak pertama berkata kepada temannya : “ wahai sobat, coba kau lihat, burung yang sayapnya patah saja masih diberi ni’mat oleh Allah, apalah lagi kita manusia mahluk-Nya yang paling mulya,,, ( menggeleng gelengkan kepala ) Alangkah beruntungnya burung yang sayapnya patah itu “. Sementara itu Orang bijak kedua justru melihat dari sudut pandang yang berbeda, ia pun berkata pada temannya ; “ wahai teman, kenapa engkau melihat burung yang sayapnya patah, kalau aku justru lebih suka melihat burung yang sayapnya utuh, bukankah dengan sayapnya yang utuh itu ia bisa terbang tinggi,,,?, bukankah dengan sayapnya yang utuh itu ia bisa mencari makan dan bahkan ia bisa memberi makan kepada kawannya yang membutuhkan,,? “. Subhaanallah, alangkah indahnya pelajaran dari dosen terbang itu.( diam sejenak )Dari cuplikan peristiwa diatas, saya jadi sempat berfikir, sepertinya saat-saat ini banyak sekali saudara-saudara kita yang memilih untuk menjadi burung yang sayapnya patah, bahkan tidak jarang mereka berpura pura patah demi mendapat belas kasih orang lain. Rasanya sedikit sekali di antara kita yang memilih hidup seperti burung yang sayapnya utuh, mempunyai wawasan yang tinggi, memiliki ethos kerja dan semangat beramal, giat mencari rizki, dan jika ia memiliki kelebihan ia tidak segan-segan untuk berbagi. Jangan jangan ( sambil menerawang ) ini yang menyebabkan umat Islam tertinggal jauh, karena kita lebih senang memilih untuk menjadi burung yang sayapnya patah,,,


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: