Empat Tipe Manusia Dalam Pandangan Sufi

30 05 2009

kashmir

Manusia dibagi menjadi empat kategori, demikian pandangan Syaikh Abdul Qadir Jailani. Kategori pertama adalah orang-orang yang tidak punya hati dan lidah. Mereka mayoritas masyarakat yang tidak peduli dengan kebenaran dan keutamaan, hanya tunduk pada indara fisik. Kategori kedua adalah mereka yang punya lidah tapi tidak punya hati. Kelompok ini adalah orang yang terpelajar dan memiliki retorika yang bagus, yang selalu menganjurkan umat untuk selalu berbuat baik dan benar. Namun, mereka sendiri berbuat tidak sesuai dengan perkataan, bahkan kebalikannya. Inilah orang yang pembicaraannya sangat menarik, tetapi hatinya jelek. Kategori ketiga adalah mereka yang punya hati tetapi tidak punya lidah. Mereka inilah mukmin sejati, yang selalu sadar akan kekurangan dan kelemahan, sehingga berusha terus mensucikan diri dari hal-hal yang kotor. Bagi mereka diam lebih baik dibandingkan bebicara, tetapi membingungkan umat. Kategori keempat adalah mereka yang memiliki hati dn juga lidah. Mereka adalah orang yang mendapatkan pengetahuan yang sejati, dolengkapi dengan bimbingan dari Allah SWT. kemudian menjadi penyambung kanabian. Mereka adalah kelompok yang tertinggi setelah kelompok para nabi.

Untuk mencapai kategori manusia yang tertinggi menurut Syaikh Abdul Qadir Jailani harus mengalami empat tahab perkembangan spiritual. Tahap pertama adalah orang yang meyakini Tuhan dengan totalitas dan menjalankan ajaran agama dengan baik, tanpa pertolongan siapapun. Tahap kedua adalah ketika seseorang sudah mendekati kesucian hati yang dapat dijelaskan dalam dua hal, yaitu orang yang berusaha utnuk memenuhi kebutuhan dasarna tetapi menahan diri dari kehidupan yang hedonistik, dan orang yang mengikuti suara hati yang selalu melintas dalam dirinya. Tahap ketiga adala keadaan tawakal, yakni ketika seseorang berserah diri secara total kepada tuhan. Tahap keempat adalah keadaan fana, yakni keadaan seseorang yang amat dekatdengan Tuhan dan bahkan menyatu dengan-Nya….. Allohu….Allohu….Alloh….


Aksi

Information

4 responses

6 06 2009
fani

rizki …kalo dalam sufi itu perlu g sih manusia itu berperan sebagai manusia “subyektif”kalo iya ada g determinasi subyektifitas menurut sufi.terimakasih ya rizki.

6 06 2009
rizki pratama

Terima kasih atas pertanyaanya, Tergantung pada tarekat mana yang dia jalani….

22 11 2010
kholil

Hati bagi umat islam seolah merupakan mahkota yang harus dijaga,bukankah sudah ada pemiliknya untuk bertanggung jawab atas halitu?.Bagaimana sih!untuk membedakan apakah yang kita lakukan ini apakah atas intruksi hati atau aqal ? thanks

25 11 2010
rizki pratama

Yang paling menuju Allah…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: